Turunan Implisit dan Turunan Tingkat Tinggi
Turunan Tingkat Tinggi
Turunan dari fungsi f adalah
suatu fungsi yang dinamakan turunan pertama dari f, yaitu f′ jika
fungsi f′ ini dihitung lagi turunannya dengan aturan atau
definisi turunan, maka diperoleh fungsi baru yang dinamakan turunan
kedua dari fungsi f, dan ditulis dengan
lambang f″. Secara umum turunan ke-n dari
fungsi f , ditulis f(n), adalah suatu
fungsi yang diperoleh dengan cara menghitung turunan dari fungsi f(n-1),
n = 1, 2, 3, … , dengan f(0)(x) = f(x). Sebagai
contoh,
f(x)
= 2x3 – 4x2 + 7x – 8
Maka
f′(x)
= 6x2 – 8x + 7
f″(x)
= 12x – 8
f‴(x)
= 12
f″″(x)
= 0
Karena turunan dari fungsi nol adalah nol, maka semua
turunan tingkat yang lebih tinggi akan nol
Bentuk
Umum Turunan ke - n
Dari aturan f(n) untuk sejumlah berhingga n, seringkali kita dapat menentukan suatu bentuk umum dari f(n). Pada beberapa contoh berikut kita akan membahas beberapa contoh tentang bentuk umum dari turunan ke-n tersebut.
Contoh 1. Hitunglah turunan ke-n dari fungsi f(x)
= xm, m bilangan asli.
Jawab: Turunan
pertama, kedua, dan ketiga dari fungsi f adalah
f′(x)
= m xm-1
f″(x)
= m (m-1 ) xm-2
f‴(x) = m(m-1) (m-2) xm-3
Dari tiga bentuk aturan ini, bentuk umum turunan ke-n dari
fungsi f adalah
f(n)(x)
= m(m - 1) ( m- 2) … (m – (n - 1)) xm-n
= m(m – 1)(m – 2) ... (m – n + 1) xm-n
Turunan Implisit
Jika hubungan antara ydan xdapat dituliskan dalam bentuk y= f(x),maka y disebut fungsi eksplisitdari x, yaitu antara peubah bebas dan tak bebasnya dapat dituliskan dalam ruas yang berbeda. Bila tidak demikian,maka dikatakan y fungsi implisit dari x.
Untuk menentukan turunan dari bentuk
implisit digunakan aturan rantai dan anggap yfungsi dari x.
.png)
Komentar
Posting Komentar