Turunan Invers Fungsi, Trigonometri, dan Logaritma
Turunan Fungsi Invers
Dalam matematika, suatu fungsi (misalnya f), dikatakan
invers dari fungsi lain (misalnya g), jika diberi keluaran dari g mengembalikan
nilai masukan yang diberikan ke f. Selain itu, hal ini harus berlaku untuk
setiap elemen dalam domain co-domain (rentang) g. Misal dengan asumsi x dan y
adalah konstanta jika g(x) = y dan f(y) = x maka fungsi f dikatakan invers dari
fungsi g. Atau dengan kata lain, jika suatu fungsi f : A ⇢ B adalah satu – satu dan termasuk dalam fungsi atau
fungsi bijektif, maka fungsi yang didefinisikan oleh g : B ⇢ A disebut invers dari fungsi f. Fungsi invers disebut
juga anti fungsi. Kebalikan dari fungsi dilambangkan dengan f -1 .
f(g(x)) = g(f(x)) = x
Di sini, f dan g adalah fungsi invers.
Prosedur mencari invers dari f:
·
Periksa
fungsi satu-satu dan ke.
·
Jika
dapat dibalik, tukarkan x dan y dalam definisi f(x).
·
Temukan
y dalam bentuk x.
·
Diperoleh
y merupakan invers dari f yang didefinisikan dari B ⇢ A.
Contoh:
f(x) = ex
Invers dari
f(x) akan diperoleh y ↔ x
x = ey
Sekarang, e x dan ln x adalah fungsi invers satu sama lain.
Fungsi invers e x dan ln x adalah simetri terhadap y = x.
Jika suatu fungsi f(x) merupakan fungsi satu-satu kontinu atau fungsi bijektif yang terdefinisi pada suatu interval katakanlah I, maka inversnya juga kontinu dan jika fungsi f(x) merupakan fungsi terdiferensiasi, maka fungsi tersebut invers juga merupakan fungsi terdiferensiasi.
Di sini, f dan g adalah fungsi invers. Ini dikenal sebagai teorema fungsi invers.
Oleh karena itu, turunan fungsi invers terpecahkan.
Turunan Invers Trigonometri
Fungsi invers trigonometri adalah fungsi invers suatu fungsi trigonometri (dengan domain yang terbatas). Dengan kata lain, fungsi invers trigonometri adalah fungsi invers suatu fungsi sinus , kosinus , tangen , kotangen , sekan dan kosekan , dan digunakan untuk mencari suatu sudut dari rasio trigonometri sudut yang lain.
Yang
dimaksud dengan invers trigonometri adalah balikan dari fungsi trigonometri.
y
= sin x maka x = arc sin y
y
= cos x maka x = arc cos y
y
= tan x maka x = arc tan y
y
= cot x maka x = arc cot y
y
= sec x maka x = arc sec y
y
= csc x maka x = arc csc y
Artinya
arc
sin 1 = 90o
arc
sin 1/2 = 30o
arc
tan 1 = 45o
dan
sebagainya
Turunan Invers Trigonometri
Turunan fungsi invers trigonometri dapat dituliskan dalam notasi alternatif sebagai berikut:
Fungsi Invers pada Fungsi Logaritma
Dalam matematika, fungsi logaritma dinyatakan sebagai berikut:
dengan b merupakan basis, f(x) merupakan pangkat yang
dicari, dan a adalah nilai dari hasil perpangkatannya. Untuk menemukan fungsi
inverse pada fungsi logaritma. Saya akan jelaskan langkah-langkah sebagai
berikut:
Langkah 1:
Ganti f(x) dengan y.
Langkah pertama ini adalah langkah umum yang biasa
dilakukan untuk mencari fungsi inverse pada setiap fungsi. Jadi jangan lewatkan
langkah pertama ini.
Langkah 2:
Tukarkan x dengan y dan y dengan x.
Penukaran variabel x dengan variabel y dan sebaliknya
dapat dilakukan baik ketika kedua variabel berada dalam satu ruas atau berada
dalam variabel yang berbeda. Langkah ini juga merupakan langkah umum yang
dilakukan pada fungsi inverse untuk fungsi yang lainnya khususnya pada fungsi
yang memiliki jumlah pada satu variabel yang lebih dari dua. Maksudnya,
banyaknya x pada ruas kanan terdapat 3 buah, yaitu x3, x2, dan x1. Dan
banyaknya y pada ruas kiri hanya terdapat 1 buah, yaitu y. Sehingga ruas kanan
ditukarkan dengan y menjadi y3, y2, dan y1. Dan ruas kiri ditukarkan dengan x
menjadi x.
Langkah 3:
Tetapkan salah satu ruas agar hanya terdapat fungsi logaritmanya saja.
Dalam langkah ini, jika logaritmanya berada pada salah
satu ruas, biarkan logaritma tersebut apa adanya. Selain fungsi logaritma
dipindahruaskan.
Langkah 4:
Transformasikan
ke bentuk ![]()
Penggunaan transformasi pada fungsi logaritma digunakan
untuk mencapai hasil fungsi inverse pada fungsi logaritma, Sehingga fungsi
logaritma yang ditransformasikan akan berbentuk sebagai fungsi eksponensial
karena kebalikan dari fungsi logaritma adalah fungsi eksponensial. Maksud dari
fungsi P(x) ini adalah fungsi yang didalamnya adalah variabel x yang sudah
ditukar, Q(y) adalah fungsi yang didalamnya adalah variabel y yang sudah
ditukar, dan b adalah konstanta atau fungsi yang berupa konstanta.
Langkah 5:
Selesaikan ke dalam bentuk variabel y dan ganti variabel y dengan f^{-1}(x).
Langkah 5 ini merupakan langkah terakhir sehingga dengan
menyelesaikan ke dalam variabel y maka kita akan melihat bentuk inverse dari
fungsi logaritma itu. Jangan lupa untuk mengubah variabel y dengan f^{-1}(x) untuk menghasilkan jawaban yang
valid dalam hasil fungsi inverse pada fungsi logaritma.

.png)
.png)
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar